Background

  • Anica

Rapat Tanggap Darurat Bencana Kampus IAIN dan Lintas Pulau Seram

Ambon, 18 juni 2019 bertempat di Ruang rapat dinas Pekejaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku di laksanakan Rapat Tanggap darurat bencana Kampus IAIN Ambon dan ruas lintas pulau seram yang mengalami rusak akibat curah hujan yang tinggi paska lebaran idul fitri rabu 5/6/2019 lalu,

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy, melibatkan seluruh unsur pimpinan yang berkaitan dengan penanganan bencana dan bencana di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota se-Maluku, termasuk pihak TNI/Polri, BNPB, BPBD, , Dinas PU Provinsi Maluku,BWS,BPJN XVI dan IAIN Ambon.

Dalam rapat tersebut membahas terkait teknis penanganan bencana digedung kampus IAIN dan jalur lintas pulau seram yang mengalami rusak akibat curah hujan yang tinggi

Kadis PUPR Provinsi Maluku Ismail Usemahu menyampaiakn terkait penanganan darurat sesuai rekomendasi Litbang kita tidak bisa melakukan penanganan fisik yang besar , untuk darurat kita di suruh untuk rekaan kita akan tutup dengan tanah cley (tanah liat)  dengan mengunakan alat shovel loader di isi dalam karung brnjong di muat dalam 2 damtrak kemudian di mobilisasi pada 2 titik sisi kanan dan kiri rektorat Terkait pengisian rekaan kita sudah estimasi membutuhkan tenagah personil TNI Polri kurang lebih 150 0rang 90 dari Polri 60 dari TNI Peralatan dan konsumsi sudah siap  kita akan mobilisasi besok (19/6/2019)  jam 8 pagi,

Di tambahkan untuk area longsor kita juga akan benahi drainase karena ada genangan air mencegah agar tidak terjadi pergerakan tanah, yakni dengan membuka jalur air yang terus mengalir di daerah bencana. Di mana selain telah titik sumber masuknya air hujan telah ditutup dengan terpal, juga tengah disiapkan bahan material berupa bronjong untuk dipasang di area bencana .

Hujan lebat di Maluku selama tiga hari menyebabkan jalan di jalur lintas Seram putus total. Pengendara roda dua dan empat tidak bisa melewati jalan yang menghubungkan tiga kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat itu mengigat jalur tersebut merupakan jalur andalan masyarakat dalam pendistribusian barang menjalankan roda perekonomian di 3 kabupaten tersebut, untuk penanganan tanggap bencananya Dinas PUPR Provinsi Maluku saat ini sudah langsung  melakukan penanganan secara permanen pada jembatan Wai wainaduat dan deker

Dan untuk penanganan cepat jembatan wai kaka kita akan melakukan Sudet aliran sungai ke jalur semula ke  wai talla, sehingga jembatan wai kaka kita bisa identifikasi bangunan bawa maupun bangunan atas jembatan wai kaka kalau masi layak kita perbaiki aja karena struktur bangunan atas jembatan masi bagus tandas beliau.